ANALISIS FORENSIC BERBASIS WEB PHISING MENGGUNAKAN METODE NATIONAL INSTITUTE OF STANDARDS AND TECHNOLOGY
Abstrak
Menurut Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) selama lima tahun ke belakangan ada 16.468 laporan phising yang terjadi di domain .id. Untuk penyebaran phising, selain melalui email, pelaku kejahatan menyebarkan alamat link phising menggunakan aplikasi message seperti WhatsApp, Viber, Telegram dan Hangouts. Menurut Kaspersky, dari desember 2020 hingga mei 2021 tercatat sebanyak 91242 kali alamat link phising dibagikan. Di Indonesia terdeteksi ada 738 alamat link phising di WhatApp dan 39 yang dibagikan melalui TelegramUntuk menangkap pelaku phising masih terbentur dengan barang bukti yang wajib di hadirkan dalam persidangan. Bukti tersebut antara lain dapat berupa DNS yang digunakan oleh para phiser (pelaku phising), IP address, hingga identitas penyerang. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat membuktikankejahatan internet berupa barang bukti yang dapat diperoleh dengan menggunakan metode National Institute of Standards and Technology (NIST). MetodeNational Institute of Standards and Technology (NIST) dapat menganalisa proses peninjauan atau jejak digital kasus Kejahatan/penipuan internet dan menampilkan barang bukti digital. Tahapan penelitian ini meliputi collection menggunakan aplikasi Wireshark, examination menggunakan Hashcalc, analisis, dan reporting. Hasil penelitian ini bahwasanya hasil Uji Anova mendapatkan nilai Signifikan sebesar 0.548 > 0.05 yang berarti Teknik dari Metode National Institute Of Standards And Technology Dapat Menganalisis Forensic Berbasis Web Phising.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
[2]. Eka Purwiantono, F., & Tjahyanto, A. (2017). Model Klasifikasi Untuk Deteksi Situs Phising Di Indonesia. 156. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.29627.52003
[3]. Elanda, A., & Buana, R. L. (2021). Analisis Manajemen Risiko Infrastruktur Dengan Metode NIST (National Institute of Standards and Technology) SP 800-30 (Studi Kasus : STMIK Rosma). Elkom : Jurnal Elektronika Dan Komputer, 14(1), 141–151. https://doi.org/10.51903/elkom.v14i1.387
[4]. Halim, Z. (2017). Prediksi Website Pemancing Informasi Penting Phising Menggunakan Support Vector Machine (SVM). Information System for Educators and Professionals, 2(1), 71–82. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=535068&val=10928&title= Prediksi Website Pemancing Informasi Penting Phising Menggunakan Support Vector Machine (SVM)
[5]. Imam Riadi, Abdul Fadlil, & Muhammad Immawan Aulia. (2020). Investigasi Bukti Digital Optical Drive Menggunakan Metode National Institute of Standard and Technology (NIST). Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem Dan Teknologi Informasi), 4(5), 820–828. https://doi.org/10.29207/resti.v4i5.2224
[6]. Nist, A., Dan, S. R. M., Dengan, S. R. M., M, T. R., Yusuf, S., Bahan, P., & Ptbin, N. (n.d.). Analisis nist srm 1633b dan srm 1646a dengan metode aan dalam rangka ujibanding antar laboratorium. 149–160.
[7]. Nofiyan, A., & Mushlihudin, M. (2020). Analisis Forensik pada Web Phishing Menggunakan Metode National Institute Of Standards And Technology (NIST). JSTIE (Jurnal Sarjana Teknik Informatika) (E-Journal), 8(2), 53. https://doi.org/10.12928/jstie.v8i2.16697
[8]. Purhanta. (2010). PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN PENELITIAN Penelitian. Http://Etheses.Uin-Malang.Ac.Id/1670/7/11510004_Bab_3.Pdf, 1–7.
[9]. Raco, J. (2018). Metode penelitian kualitatif: jenis, karakteristik dan keunggulannya. https://doi.org/10.31219/osf.io/m zuj
[10]. Riadi, I., & Umar, R. (2017). Identification Of Digital Evidence On Android ’ s. International Journal of Computer Science and Information Security, 15(5), 3–8.







